(PUTUSSIBAU POST KAPUAS HULU) Sejak dini harus paham hukum. Itu pesan kuat yang dibawa Polres Kapuas Hulu ke SMKN 2 Putussibau,Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat Satbinmas, polisi menggelar tatap muka bertajuk “Mewujudkan Generasi yang Paham Hukum, Menuju Indonesia Emas”.
Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi. Ini pembinaan langsung agar pelajar Kapuas Hulu mengerti rambu hukum, menjauhi kenakalan remaja, dan siap jadi penerus bangsa berkualitas di tahun 2045. Karena Indonesia Emas hanya bisa diwujudkan kalau generasinya bersih dari narkoba, judi, dan tawuran.
Acara dibuka MC, dilanjut doa bersama, sambutan pihak sekolah, hingga sesi inti penyampaian materi. Foto bersama jadi penutup sebelum siswa kembali ke kelas dengan bekal ilmu baru.
Hadir langsung Kasat Binmas Polres Kapuas Hulu IPTU Adi Kosasih bersama jajaran personel Satbinmas: Aipda Gombang, Aipda Martinus Martono Massarang, Bripka Agung Hutomo, Bripka Marpaung, Brigpol Kori S.H., Briptu Wan Hidayat, dan Bripda M. Adrian B.M. Dari pihak sekolah, Wakil Kepala Sekolah Ibu Sri Lestari http://S.Pd. menyambut hangat kunjungan polisi.
“Terima kasih kepada Satbinmas Polres Kapuas Hulu yang sudah hadir membina anak-anak kami. Materi ini sangat bermanfaat untuk kehidupan mereka ke depan. Saya harap siswa menyimak baik-baik,” ujar Ibu Sri Lestari dalam sambutannya.
IPTU Adi Kosasih menekankan 3 bahaya utama yang mengintai remaja zaman sekarang: narkoba, tawuran, dan pelanggaran lalu lintas. Pesannya tegas dan menohok.
“Jangan pernah coba-coba narkoba. Sekali coba bisa merusak otak, masa depan, dan nama baik keluarga. Kalian ini calon pemimpin, jangan sampai rusak karena kenakalan sesaat,” tegas Kasat Binmas di depan ratusan siswa SMKN 2.
Ia juga menyoroti maraknya tawuran dan bullying antar pelajar. Menurutnya, berkelahi menyelesaikan masalah hanya ilusi. Yang ada malah berujung ke meja hukum, catatan kriminal, dan cita-cita yang gagal.
Untuk lalu lintas, ia mengingatkan siswa yang sudah punya SIM agar disiplin. Pakai helm, jangan kebut-kebutan, dan jangan main HP saat berkendara. “Kecelakaan lalu lintas masih jadi penyebab kematian nomor satu di usia muda. Jangan jadi korban berikutnya,” pesannya.
Materi paling menyita perhatian datang dari Kaurmintu Satbinmas Bripka Agung Hutomo. Ia membongkar bahaya judi online yang kini gencar promosinya di media sosial TikTok, IG, hingga WhatsApp.
“Anak-anak, judi online itu tidak ada untungnya. Yang ada cuma rugi. Awalnya dikasih menang sedikit biar ketagihan, ujungnya harta habis, terjerat pinjol, keluarga berantakan, sampai ada yang putus sekolah,” jelas Bripka Agung.
Ia menegaskan, baik judi online maupun judi konvensional sama-sama melanggar hukum. Uang yang dipakai judi lebih baik untuk beli kuota belajar, bantu orang tua, atau nabung masa depan.
Aipda Martinus Martono Massarang, Kanit Bintibmas Satbinmas, memaparkan bentuk kenakalan remaja yang sering menjerat pelajar: perkelahian, ugal-ugalan di jalan, penyalahgunaan narkoba, sampai perilaku asusila.
“Kenakalan remaja itu perilaku menyimpang yang melanggar norma sosial dan hukum. Hari ini mungkin kelihatan keren tawuran, tapi 5 tahun ke depan kalian akan menyesal karena punya catatan polisi,” paparnya.
Ia mengajak siswa bijak bermedia sosial. Jangan mudah ikut challenge berbahaya, jangan sebar hoaks, dan jangan bully teman secara online. “Jempol kalian bisa jadi senjata atau jadi amal. Pilih yang amal,” pesannya disambut tepuk tangan siswa.
Polres Kapuas Hulu berharap lewat tatap muka ini lahir generasi muda yang sadar hukum, punya karakter positif, dan berani menolak ajakan negatif dari teman sebaya.
Waka Kesiswaan SMKN 2 menambahkan, sekolah akan terus bersinergi dengan polisi untuk program pembinaan rutin. Karena mencegah kenakalan remaja lebih baik daripada menanganinya setelah terjadi.
IPTU Adi Kosasih menutup kegiatan dengan pesan: “Kalian adalah Indonesia Emas 2045. Masa depan Kapuas Hulu ada di tangan kalian. Jaga diri, jaga hukum, jaga nama baik.
Diterbitkan Pimpinan Redaksi














