(PUTUSSIBAU POST KAPUAS HULU) Potret buram distribusi BBM di pedalaman Kapuas Hulu, kembali terjadi. Kericuhan pecah saat warga antre Pertalite di Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (24/9/2026).
Video kericuhan tersebut viral di grup WhatsApp warga. Tampak warga saling dorong dan adu mulut saat mengantre di salah satu SPBU / pangkalan. Diduga kericuhan dipicu saling rebutan karena stok terbatas dan antrean yang sudah mengular panjang.
Kondisi ini diperparah dengan harga Pertalite di tingkat pengecer yang membuat dompet menjerit. Warga mengeluhkan harga tembus *Rp 20.000 per liter* dan itupun sulit didapat.
“Di pengecer Rp 20 ribu, itu pun kadang tidak ada. Kalau di SPBU antreannya panjang sekali, sampai rebutan begini,” ujar salah seorang warga Semitau yang enggan menyebutkan namanya.
Kelangkaan BBM, bukan kali pertama terjadi di Kapuas Hulu. Wilayah yang luas dengan akses yang sulit membuat distribusi BBM sering tersendat, terutama saat debit air sungai turun atau jalan darat rusak.
Warga berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera turun tangan. Antrean panjang dan harga selangit sudah menjadi “kehidupan normal” yang harus mereka hadapi hampir setiap bulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun APMS di Semitau terkait penyebab kelangkaan dan kericuhan tersebut.
Warga meminta agar pengawasan distribusi diperketat agar subsidi BBM tepat sasaran dan tidak hanya menumpuk di pengecer dengan harga yang mahal.














