Polisi mengungkap ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II. Dugaan tersebut muncul setelah aparat menemukan serpihan mortir dan melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Kapolres Biak Numfor menyebut tim gabungan masih melakukan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan jenis bahan peledak yang memicu ledakan tersebut. Lokasi kejadian saat ini masih disterilkan karena dikhawatirkan terdapat sisa amunisi lain yang belum meledak.
Peristiwa itu mengakibatkan lima orang meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya dilaporkan masih dalam pencarian. Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan berat akibat kuatnya daya ledak.
Petugas Brimob, tim penjinak bom, Basarnas, dan unsur terkait terus melakukan penyisiran di area sekitar guna memastikan kondisi benar-benar aman. Garis polisi juga telah dipasang untuk mencegah warga mendekati lokasi yang masih berisiko terjadi ledakan susulan.
Menurut keterangan awal yang dihimpun di lapangan, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara keras yang terdengar hingga beberapa wilayah sekitar. Aparat masih menyelidiki bagaimana benda tersebut berada di lokasi serta kronologi sebelum ledakan terjadi.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi perang. Warga diminta segera melapor kepada aparat apabila menemukan benda serupa agar dapat ditangani oleh petugas yang berwenang. (kumparan.com)














