Polisi menemukan sejumlah serpihan mortir di lokasi ledakan yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Temuan tersebut diperoleh saat aparat melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti ledakan yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, serpihan yang ditemukan diduga berasal dari mortir lama yang kemungkinan masih aktif. Aparat keamanan menduga benda tersebut merupakan sisa amunisi yang telah lama berada di lokasi sebelum akhirnya meledak saat ditemukan dan berinteraksi dengan warga.
Polisi bersama tim penjinak bahan peledak (Jibom) langsung melakukan sterilisasi area untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya bahan peledak lain yang belum terdeteksi. Warga juga diminta tidak mendekati lokasi kejadian karena kondisi area dinilai belum sepenuhnya aman.
Petugas terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan untuk memastikan tidak ada mortir atau amunisi lain yang tersisa. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Polisi mengimbau warga agar segera melapor kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi atau bahan peledak. Masyarakat diminta tidak memindahkan, membuka, maupun menyentuh benda tersebut sebelum dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang berwenang.













