Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengajak Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Ajakan tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan yang dihadiri pengurus dan anggota organisasi, dengan menekankan pentingnya kontribusi kelompok intelektual dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Tito menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju pada 2045, bertepatan dengan satu abad kemerdekaan. Namun, peluang tersebut harus didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul, inovatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan global.
Menurutnya, kalangan intelektual memiliki peran penting dalam memberikan gagasan, masukan kebijakan, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. Karena itu, organisasi seperti PIKI diharapkan dapat aktif berkontribusi melalui pemikiran strategis, pendidikan, penelitian, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Tito juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat kebangsaan serta bekerja sama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, jajaran PIKI menyatakan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan nasional melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan intelektual, diharapkan target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai dengan lebih optimal, sehingga Indonesia mampu menjadi negara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing di tingkat global.









