(PUTUSSIBAU POST KAPUAS HULU) Di tengah kepulan asap dan medan berat pemadaman kebakaran hutan dan lahan, sekelompok personel memilih jeda sejenak. Bukan untuk pulang, tapi untuk menguatkan barisan.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI bersama Babinsa Koramil 1206-04/Badau memanfaatkan waktu melepas penat untuk memberikan arahan kepada aparat setempat di wilayah Pulau Majang, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS)
Kegiatan ini digelar di sela-sela operasi pemadaman yang sudah berjalan berhari-hari. Kondisi lapangan yang menguras tenaga membuat komunikasi langsung jadi penting.
“Ini momen untuk istirahat sejenak, sekaligus menyampaikan arahan terkait langkah pencegahan, penanganan, dan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi munculnya kembali titik api,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Kawasan TNDS memang rawan. Api bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, tapi juga kesehatan warga dan ekosistem konservasi.
Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI, Kolonel PAS Karli dan Kolonel TEK Istanto, menekankan bahwa perang melawan karhutla tidak cukup dengan air dan jonder.
“Penanganan Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi juga membutuhkan upaya pencegahan secara berkelanjutan,” tegas Kolonel Karli.
Aparat di lapangan diminta terus membangun komunikasi dengan masyarakat. Warga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sementara itu, Babinsa Koramil 1206-04/Badau mengajak seluruh aparat setempat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di Pulau Majang. Setiap perkembangan di lapangan harus segera dilaporkan agar potensi kebakaran bisa dipotong sejak awal.
Di akhir pengarahan, mengemuka satu pesan yang jadi pengingat bersama.
“Kita boleh melepas penat sejenak, tetapi kewaspadaan tidak boleh berhenti. Selama masih ada potensi api, kita harus tetap siap bergerak dan bersinergi,”
Keberadaan personel TNI bersama aparat setempat menunjukkan bahwa melawan karhutla butuh kerja kolektif. Bukan hanya kekuatan fisik, tapi juga koordinasi, kepedulian, dan kesadaran bersama.
Di balik beratnya medan dan asap yang menyesakkan, ada semangat pengabdian. Setelah beristirahat seperlunya, mereka kembali turun ke lapangan. Tujuannya satu: memastikan api tidak meluas dan TNDS tetap terlindungi.
Sinergi TNI, aparat, dan masyarakat diharapkan jadi benteng terdepan. Karena menjaga hutan bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama untuk anak cucu.














