( PUTUSSIBAU POST KAPUAS HULU) Antisipasi penyebaran Demam Berdarah DBD DBD terus digencarkan di Kabupaten Kapuas Hulu. Babinsa Koramil 1206-03/Batang Lupar Serka Ukzan Ely bersama tim kesehatan Puskesmas Batang Lupar turun langsung melakukan fogging atau pengasapan massal di lingkungan SMAN 01 Batang Lupar, Rabu 4/6/2026.
Langkah cepat ini mengingat mengingat sekolah adalah tempat berkumpulnya ratusan pelajar setiap hari. Nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pembawa virus DBD sangat berisiko berkembang biak di area sekolah jika tidak dibersihkan secara rutin.
Serka Ukzan Ely menjelaskan, pendampingan dalam kegiatan fogging ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI melalui jajaran Kodim 1206/Putussibau terhadap kesehatan masyarakat. Apalagi target pengasapan kali ini menyasar tempat aktivitas anak-anak bangsa.
“Fokus kami di ruang kelas, selokan, area taman, dan titik-titik rawan berkumpul yang jadi sarang nyamuk. Fogging ini untuk membunuh nyamuk dewasa pembawa DBD agar rantainya bisa putus,” kata Serka Ukzan di sela kegiatan.
Ia menekankan, fogging memang efektif untuk menekan populasi nyamuk dewasa dalam waktu singkat. Namun hasilnya tidak akan maksimal tanpa dukungan warga sekolah. Fogging harus dibarengi kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk PSN secara berkelanjutan.
“Fogging ini sifatnya antisipasi. Tapi kalau jentik nyamuk masih banyak di bak mandi, ember, atau botol bekas, dua minggu lagi nyamuk baru akan muncul lagi. Makanya 3M Plus itu wajib jalan terus,” tegasnya.
Senada dengan Babinsa, pihak Puskesmas Batang Lupar juga mengimbau seluruh siswa, guru, dan warga sekolah untuk menggiatkan gerakan 3M Plus setiap minggu.
3M Plus yang dimaksud adalah menguras dan menggosok dinding tempat penampungan udara seperti bak mandi dan toren, menutup rapat seluruh tempat penyimpanan udara, serta mendaur ulang atau memanfaatkan barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
“Plus-nya itu banyak. Bisa dengan menabur bubuk larvasida di tempat yang susah dikuras, memelihara ikan pemakan jentik, sampai memasang kawat kasa di ventilasi rumah. Intinya jangan kasih ruang buat nyamuk berkembang biak,” jelas petugas Puskesmas yang ikut turun langsung.
Petugas juga mengingatkan gejala awal DBD seperti demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala berat di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta muncul bintik-bintik merah di kulit. Jika ada siswa atau guru yang merasakan gejala tersebut, segera diminta ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kepala SMAN 01 Batang Lupar bersama dewan guru menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan fogging yang dilakukan Babinsa dan tim Puskesmas. Menurut pihak sekolah, lingkungan belajar yang bebas nyamuk membuat siswa lebih nyaman dan fokus mengikuti pelajaran.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Babinsa dan tim Puskesmas. Anak-anak bisa belajar dengan tenang tanpa was-was DBD. Ke depan kami akan rutin menyelesaikan kerja bakti dan cek jentik bersama siswa,” ujar perwakilan sekolah.
Kegiatan pengasapan berlangsung aman, tertib, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar sekolah. Asap fogging diarahkan ke sudut-sudut rawan agar maksimal membasmi nyamuk dewasa.
Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa pencegahan DBD tidak bisa berjalan sendiri. Dengan lingkungan bersih dan rutin 3M Plus, wabah DBD di Batang Lupar dapat dicegah sebelum memakan korban.
Editor Hadi














