(PUTUSSIBAU POST KAPUAS HULU) Kebakaran menghanguskan sebuah barak karyawan milik Sungai Serawi Estate (SSWE) PT Kapuasindo Palm Industry (KPI) di Kabupaten Kapuas Hulu.
Barak yang terbakar berada di Divisi 3 Blok N 67, Dusun Kayu Baung, Desa Keling Panggau, Kecamatan Empanang.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.05 WIB. Saat itu sebagian besar karyawan sudah tertidur.
Berdasarkan keterangan saksi, Jefri Martinus Ala melihat percikan api dari bagian atas plafon barak Nomor 2. Ia langsung berteriak membangunkan rekan-rekannya agar segera keluar.
“Api dengan cepat membesar karena bangunan barak sebagian besar terbuat dari material kayu yang sudah dalam kondisi rapuh,” kata Ps. Kapolsek Empanang Iptu S.H. Purba.
Upaya pemadaman dilakukan karyawan dan staf perusahaan menggunakan mesin Robin. Mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.20 WIB.
Informasi kebakaran baru dilaporkan ke Polsek Empanang pada Selasa 8/9/2026 pukul 11.40 WIB oleh Kanit Pam SSWE PT KPI Estate.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Empanang yang dipimpin Iptu S.H. Purba bersama Ps. Kanit Reskrim Aipda Herdianus dan Banit Reskrim Brigpol Visnu Djarot langsung turun ke lokasi untuk olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik karena kelebihan daya pada jaringan listrik induk menuju barak.
“Namun, pendalaman tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian,” ujar Iptu S.H. Purba.
Personel juga mengamankan barang bukti berupa satu buah kabel, satu tabung gas LPG 3 kg, satu potong kayu, dan satu keping seng.
Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp250 juta.
Akibat kebakaran, para karyawan yang menempati barak tersebut untuk sementara mengungsi. Mereka dipindahkan ke barak karyawan lain sambil menunggu proses pembangunan kembali.
Polsek Empanang telah menerima laporan, mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.
Pihak perusahaan diimbau untuk melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala, terutama di bangunan yang terbuat dari kayu, guna mencegah kejadian serupa terulang.













